Rabu, 21 Januari 2009

Kekecewaan Rakyat Gaza


Warga Palestina kecewa dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Pasalnya dalam pidato pelantikannya, Obama tak menyinggung sama sekali soal Jalur Gaza. Padahal sebelumnya ketika akan menjadi presiden, Obama mengatakan konflik Israel-Palestina menjadi salah satu agenda yang akan diselesaikannya.

Warga berharap Obama jangan hanya melihat dari sisi kepentingan Israel tetapi juga Palestina. Selain itu meminta presiden AS ke-44 ini untuk lebih berempati terhadap kepedihan rakyat Palestina. Bahwa warga Palestina juga ingin aman, ingin damai, dan ingin merdeka seperti juga Israel.

Sementara sejumlah warga terlihat masih sibuk mencari jenazah korban serangan tentara Israel di puing-puing bangunan. Di saat yang bersamaan, semua tentara Israel ditarik dari Gaza. Namun ada permintaan Hamas yang belum dipenuhi yakni membuka semua blokade yang membuat Gaza terisolasi.

Adapun kondisi Umi Saodah masih belum diketahui. Diduga kuat Umi Saodah tak jauh dari Rumah Sakit As-Syifa tempat tim dokter Indonesia (Mer-C) bertugas. Namun sejauh ini Mer-C belum menemukan Umi Saodah. Saat ini petugas Kedutaan Besar Indonesia sedang menuju Gaza untuk mencari Umi Saodah.

Minggu, 18 Januari 2009

Indonesia Batal Menjadi Tuan Rumah A1 GP

Indonesia batal menjadi tuan rumah seri kelima balap A1 GP pada 6-8 Februari 2009. Indonesia dicoret karena tak dapat lisensi Otoritas Otomotif Internasional (FIA). FIA ragu pembangunan sirkuit jalanan Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten rampung tepat waktu. Demikian dirilis dalam situs resmi A1 GP pada Sabtu (17/1).

Penyelenggara sebenarnya menjamin pembangunan kelar tepat waktu. Tetapi tingginya curah hujan dalam beberapa waktu belakangan jadi pertimbangan FIA atas kelanjutan pembangunan sirkuit. Meski kecewa, penyelenggara bersikukuh meresmikan sirkuit Karawaci sesuai jadwal. Karena itu pembangunan diteruskan 24 jam nonstop.

Jika selesai, sirkuit akan digunakan balap nasional hingga dipercaya lagi menggelar A1 GP musim berikutnya. Kekecewaan juga dirasakan Tim A1 Indonesia. Mereka batal tampil di hadapan publik sendiri. Namun begitu hal ini tidak mempengaruhi persiapan Satrio Hermanto dan Zahir Ali di Sepang, Malaysia, menatap seri balap A1 GP berikutnya.
Barack Obama Menapak Tilasi Perjalanan Abraham Lincoln

Mengikuti jejak langkah tokoh idolanya Abraham Lincoln di 1861 lalu, Barack Obama menumpang sebuah kereta menuju tempat pelantikannya di Washington DC, Amerika Serikat. Perjalanan Obama dimulai dari Philadelphia, Sabtu kemarin. Di sepanjang perjalanan, gerbong yang membawa rombongan presiden kulit hitam pertama AS ini terus dielukan pendukungnya.

"Sungguh mengagumkan. Saya hanya ingin melihat senyumnya dan berharap akan ada perubahan bagi Amerika," kata seorang pendukung Obama. "Saya bersama keluarga datang dari Texas hanya untuk melihatnya. Semoga tuhan memberi restunya," ucap pendukung Obama lainnya.

Kereta Obama sempat berhenti di Wilmington untuk menjemput Wakil Presiden terpilih Joe Biden. Obama lantas melanjutkan perjalanan kembali ke Baltimore. Ketika transit di Baltimore, sebuah pesta kecil sempat digelar di dalam gerbong untuk merayakan ulang tahun sang calon Ibu Negara, Michelle Obama yang ke-45.

Gerbong napak tilas Obama yang menempel pada kereta amtrak ini pun lalu tiba di Washington DC, Sabtu malam waktu setempat. Obama akan dilantik secara resmi sebagai Presiden AS ke-44 pada 20 januari 2009

Jalur Gaza Masih Mencekam, Apa Kabar Saudaraku ?

Assalamu'alaikum...

Dari Liputan 6 Petang yang saya nonton tadi (18/01) : Suasana mencekam masih terjadi di Jalur Gaza, Palestina, mengawali gencatan senjata yang diumumkan Israel. Masih ditempatkannya pasukan Israel di Gaza membuat gencatan rapuh. Terbukti, baru delapan menit gencatan senjata diberlakukan, semburan cahaya tanda tembakan jet tempur Israel kembali terlihat di langit Gaza, Ahad (18/1).

Sementara itu, roket Hamas juga masih terus menerpa wilayah Israel. Hari ini, lima roket mendarat di kawasan Sderot di selatan Israel. Tidak ada korban dilaporkan dalam peristiwa itu.

Sementara itu, dibeberapa bagian wilayah Jalur Gaza, sisa-sisa peperangan mulai dibersihkan. Warga Gaza pun menyambut gencatan ini dengan beragam. Namun, sebagian besar dari mereka menilai hal ini merupakan kemenangan bagi pejuang Hamas.

Dari Beirut, Lebanon, seorang pejabat Hamas, Osama Hamdan, membantah Hamas telah kalah. Menurutnya, satu-satunya kesuksesan Israel adalah menyerang warga sipil, hingga ratusan anak-anak dan perempuan Palestina tewas. Oleh karena itu, menyikapi gencatan senjata ini Hamas memilih tidak mendukung, kecuali Israel menarik seluruh personel militernya dari Gaza.

Menurut reporter SCTV Mauludin Anwar dari Rafah, perbatasan Gaza dan Mesir, banyak pihak yang skeptis bahwa gencatan senjata sepihak ini akan berhasil. Bahkan, bukan tak mungkin langkah ini malah memendam persoalan baru ketimbang menuntaskan masalah yang sudah berlarut-larut.

Nah....

Sekarang apakah yang dapat kita lakukan???
Apakah kita tega melihat warga Palestina khususnya para anak-anak dan perempuan disana yang sedang menanti kehidupan yang lebih layak???
Mungkin, walaupun kita sampai saat ini tidak bisa berbuat apa-apa.... Paling tidak kita bisa menyempatkan berdoa untuk kedamaian di Bumi Palestina...